Jadwal Padat Persib Jadi Sorotan Nasional
Persib Bandung kembali menjadi sorotan, bukan karena performa di lapangan, melainkan akibat jadwal gila Persib yang dinilai sangat tidak manusiawi. Bentroknya agenda Liga Indonesia dan kompetisi Asia membuat Maung Bandung nyaris tidak memiliki waktu pemulihan. Situasi ini memicu reaksi keras dari pelatih Persib, Bojan Hodak, yang secara terbuka menyuarakan keberatannya kepada PSSI.
Sebagai wakil Indonesia di level Asia, Persib seharusnya mendapat dukungan penuh, terutama dalam hal pengaturan jadwal. Namun kenyataannya, padatnya agenda justru berpotensi mengorbankan performa tim di dua kompetisi penting sekaligus.
Rangkaian Jadwal Gila Persib di Februari 2026
Jika melihat kalender pertandingan, keluhan Bojan Hodak sangat beralasan. Pada 11 Februari 2026, Persib harus terbang ke Thailand untuk menghadapi Ratchaburi FC di Ratchaburi Stadium dalam laga ACL 2. Setelah perjalanan panjang dan laga berat, Persib belum sempat benar-benar beristirahat karena pada 16 Februari mereka sudah ditunggu Borneo FC di Liga 1.
Ironisnya, jeda antarlaga hampir tidak ada. Persib hanya memiliki satu hari untuk bernapas sebelum kembali tampil di ajang Asia.
Hanya Satu Hari Istirahat, Maung Bandung Diperas Tenaganya
Pada 18 Februari 2026, Persib kembali menghadapi Ratchaburi FC di Stadion GBLA untuk laga berikutnya ACL 2. Artinya, 17 Februari menjadi satu-satunya hari istirahat penuh bagi tim. Setelah itu, Persib langsung kembali ke kompetisi domestik dan menghadapi Persita pada 22 Februari di Liga Indonesia.
Kondisi ini jelas sangat menguras fisik dan mental pemain. Dalam sepak bola modern, pemulihan menjadi faktor krusial, terlebih saat tim berlaga di level internasional.
Bojan Hodak Tegas, PSSI Diminta Bertanggung Jawab
Melihat situasi tersebut, Bojan Hodak melayangkan protes tegas kepada PSSI. Ia menegaskan bahwa jika federasi benar-benar menginginkan wakil Indonesia berprestasi di Asia, maka penyelarasan jadwal menjadi kewajiban mutlak. Tanpa dukungan konkret, klub akan selalu berada dalam posisi sulit.
Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap sistem kompetisi nasional yang belum sepenuhnya ramah terhadap klub yang tampil di level Asia.
Mampukah Persib Bertahan dan Apa Harapan untuk PSSI?
Pertanyaan besar pun muncul: mampukah Persib menjalani jadwal gila Persib ini dengan hasil maksimal? Secara kualitas, Maung Bandung memiliki kedalaman skuad, tetapi jadwal sepadat ini tetap berisiko besar terhadap cedera dan penurunan performa.
Kini, bola ada di tangan PSSI. Jika federasi memang serius mendorong kemajuan sepak bola Indonesia di Asia, maka keberpihakan terhadap klub wakil Asia bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Tanpa perubahan, prestasi Asia hanya akan menjadi wacana tahunan yang berulang.
👁 585 kali
T-shirt
👁 207 kali
👁 269 kali
👁 241 kali
👁️ Dilihat 190 kali



